Rabu, 23 Agustus 2017

Ada Yang

google.co.id




Ada yang sibuk berlutut, bersujud
Manakala malam tiba
sepi jelma
ada yang lelap
mimpi

Ada yang sibuk berzikir pada Ilahi
saat mentari muncul
ke sengat panas
hiruk sibuk kebiasaan

Adalah mutiara dasar bahari
senantiasa bermimpi di awal hari
lalu merajut asa kala sinar bulan kembali sepi
Sebelum mentari kembali pada renjana

dunia hanyalah alpa dan dosa
dan tugas banyak
bahkan segala keindahan yang terhidang
hanyalah sajak dalam nampan kenangan

Ada kembara jalanan
acap dahaga lagi rindu
pada bayang-bayang-Mu

diseret pekat larat masa silam
gulita nista yang rajam
di mana labirin hanya menangkap jeritan dalam desah nafas penghisap tubuhnya
manakala kornea hanya menangkap siluet tubuh telanjang
berenang dalam kubangan peluh sendiri

maka, pada detik selanjutnya selalu ditahmidkan berhasta-hasta syukur
bergunung-gunung puja dan puji
karena seberkas cahaya sudi menghampiri
memang, selaksa tangis dan senyum masih sering beriring
bahkan sesekali hanya senyuman  yang disesaki sesal

Malam ini ia terbaring, namun bukan tidur
hanya ingin menangkap mimpi  berkelanjutan
lalu menumbuk penawar perih
dan melaburkannya di muka luka
hingga akhir membawanya pada ketenangan
negeri Tuhan

Ada yang sibuk berlutut, bersujud
Ada yang sibuk berzikir pada Ilahi

Lintas Abas.com, 14 September 2015



Sabtu, 19 Agustus 2017

Aku Go BLOG



google.co.id

           
Tolong jangan salah paham dengan judul di atas! Saya tidak goblok, kok! Telmi sedikit, sih, iya! Hehe. Saya sengaja memilih judul itu karena sebuah reformasi yang tengah saya jalani. Dari yang dulunya masih menulis di kertas, di sms, beranda FB, Broadcast BBM, whatsUP messenger, di pasir pantai, sekarang beralih ke Blog. Namun, perjalanan saya menuju dunia Blog tidak semulus kulit Syahrini atau selancar jalan tol. Saya mengalami banyak tantangan. Berikut sedikit penjelasan saya tentang perjalanan go blog saya.  

         Tell about Blogging, saya baru mengenalnya saat duduk di bangku S1. Saya sudah pernah buat Blog sebanyak tiga kali tapi gagal maning, gagal maning. Setelah buat, lantass saat hendak dibuka lagi, tidak bisa. Alasannya lupa password atau memang tidak bisa terbuka dengan alasan yang tidak jelas. Hingga akhirnya, saya berpikir bahwa kami belum berjodoh. Lantas saya gave up! Huhuhu. Setelah itu, kami pun berpisah dan tidak pernah kontek-kontekkan lagi. Jangankan bertemu di dunia maya, dunia mimpi pun tidak. Oww Oww Oww

     Finally,  tahun berganti tahun, singkat cerita, saya bergabung dengan FLP Aceh.  Ternyata, di FLP ada peraturan yang mewajibkan anggotanya untuk memiliki Blog. Masih terngiang di telingaku…(nyanyi bentar, lagu Ike Nurjannah). Waktu itu, ada kelas nulis, lebih tepatnya semacam "Jelajah Budaya"  di Gunongan, museum yang ada di Gunongan, lantas berakhir di taman Putroe Phang. Di sana, kami mendapt titah untuk menulis tentang hasil dari kegiatan Jelajah Budaya yang telah kami jalani dalam jenis tulisan apa aja. Aku pun memilih jenis tulisan favoritku, puisi.  

           Setelah  selesai menulis, kami tidak lantas disuruh pulang. Banyak dari peserta yang belum selesai menyelesaikan tulisannya. Kami lantas ditugaskan untuk merampungkan tulisan tersebut di rumah lalu mem-posting-nya di Blog masing-masing. Dan, bisa dibayangkan bagaiman ekspresi saya saat itu? Saya berkata dalam hati, “wah, gi mana ini, saya kan gak punya Blog! Aduh, ribet banget sih, pake Blog-Blog segala! Dulu aja udah tiga kali buat Blog, gagal-gagal terus.” Saat itu saya merasa beneran goblok. Tapi, saya tidak lantas menyerah begitu saja. Pertolongan pun datang dari abang sepupu saya. Beliau jago membuat Blog. Saya pun akhirnya memilki Blog tanpa harus lupa lagi password atau insiden gak bisa kebuka karena alasan gak jelas lagi. Alhamdulillah.

Nah, setelah itu, saya jadi tertarik untuk menulis lagi di Blog. But, unfortunatelly, semangatnya “suum suum ek manok” ‘panas-panas taik ayam’. Jadi, lambat laun, saya disibukkan dengan tugas-tugas lain, seperti tugas kuliah, shooting film ini itu, show di berbagai kota bahkan negara (oke. Kali ini memang lebay). Namun, sebenarnya itu hanya alasan. Sebenarnya, saya emang malas, sih. 

          Padahal, makin ke sini, dunia Blogging makin semarak. Lomba Blogging muncul di mana-mana. Bahkan, dinas-dinas pemerintahan  atau lembaga tertentu juga mulai mengadakan lomba Blog. Lazimnya, lomba tersebut diadakan dalam rangka peringatan ulang tahun lembaga. Hadiah yang ditawarkan pun bukan cilet-cilet. Mulai dari piala, sejumlah uang, emas batangan, dan lain-lain. Namun, entah mengapa semua itu belum juga menarik minat saya untuk mengikutinya. Bukannya saya merasa tidak mampu atau tidak paham tentang sistematika lombanya. Saya bahkan sering diajak teman untuk ikut. Ya, mungkin belum terpanggil aja kali ya, belum dapat hidayah, ingin jilbabin hati dulu. Ngelantur lagi, deh! (-_-). Intinya, ya, gitu, deh! Sama-sama ngerti aja deh, yaaaa! 


      Belum lama ini saya baru tahu bahwa dari kegiatan Blogging, ternyata bisa menghasilkan uang. Wahh, mata saya langsung berubah jadi hijau terus muncul kode dolar gitu, kayak di kartun-kartun. Emang dasar manusia, pantang dipancing dengan dunia (baca: uang), sempat saya menggebu-gebu untuk menargetkan Blogging minimal seminggu sekali. Lantas sebulan kemudian, saya akan membeli domain, terus, terus memasang google adsense kalau tulisan saya sudah mencapai viewer maksimal, iklan-iklan produk maupun jasa pun berdatangan di Blog saya, terus, terus…, yaaa, begitu lah! Otak saya pun dipenuhi angan-angan. Astaghfirullah. Namun, itu memang tinggal angan-angan dan petir tiba-tiba menggelegar. Dunia tiba-tiba gelap. Senyap.

          Dannn…hari ini pun tiba. Hari di mana saya kembali bersemangat untuk Go Blog. Omong-omong, ini bukan hari Blog nasional apalagi dunia, ya! Bagi saya, ilham untuk mau serius Go Blog itu bisa kapan saja datangnya. Ya, may be hari ini saya telah melakukan suatu amalan baik sehingga Allah memberikan ganjaran baiknya. Alhamdulillah.  However, Go Blog memiliki arti begitu dalam, yakni tidak berhenti nge-blog bermanfaat dan senantiasa membaginya pada sesama. Sementara "goblok", means punya waktu dan kesempatan banyak untuk nge-blog, banyak hal yang bisa dibagi melalui blogging tapi tidak melakukannya sama sekali. Finally, semangat Go BLOG! :) 


Catatan:
suum that (bahasa Aceh): ‘panas kali’
maning (bahasa Jawa) : ‘lagi’
cilet-cilet : 'sepele'

Kamis, 27 Juli 2017

SERIAL CATATAN KONYOL MUSLIMAH BANYOL

MALU SAMA MEONG

google.co.id

Kawan, dara mau cerita ni… tentang kucing-kucing lucu sewaktu dia tinggal di rumah sepupunya. kalau gak ada kerjaan atau minimal lg nyari kerjaan, sebelum baca lowongan kerjaan di koran, mending baca sepenggal kisah Dara dulu deh,mana tau dapat inspirasi, terus bisa buka usaha atau bahkan lapangan pekerjaan bagi kawan2 seperjuangan sepengangguran.
hehehe. peace

Aku memang suka kucing. Ya..., walau baru sampai tahap lihat-lihat, ajak-ajak bicara dan kasih makan dan sesekali menggoda mereka. Belum berani pegang-pegang.
Nah, di rumah saudara yang kutempati sekarang, aku terpaksa intens ketemu makhluk berkumis itu. Pasalnya, sepupu-sepupuku senang sama hewan imut itu. Dan, ada kisah yang ingin dibagi sedikit tentang kucing-kucing di rumah ini.
Jadi, awalnya hanya ada seekor kucing berwarna kuning kecokelatan yang diberi nama "Wu Ci Lung" oleh sepupu-sepupuku. Badannya sehat, berisi. Matanya agak sipit. Mungkin karena itu ia diberi nama "Wu Ci Lung." Saat pertama dia datang ke rumah ini, kondisinya sangat memprihatinkan dalam arti lain, kayak sakau gitu-alias ngantok ga jelas. Haha. Lama-lama, diberi asupan gizi serta kasih sayang yang penuh dari sepupu-sepupuku hingga ia menjadi segar dan bersemangat. hehe. 
Yang bikin kami senang adalah dia suka makan apa saja. Mau itu roti, biskuit, timphan, bakwan, kuning telur, de el el, lenyap sekejab dalam perutnya. haha. Oleh karena itu lah aku menjulukinya "Kucing Ont The Spot" haha. Kerjaan dia hanya makan dan tidur...sesekali ia travel ke luar, entah ke mana. Yang jelas, ia tak pernah berkelahi.

Namun, keadaan mulai berubah saat kedatangan seekor kucing betina bersama bayi laki-lakinya yang telantar ditinggal suaminya. Si "Wu Ci Lung" yang memang baik hati dan tidak sombong pun mengajaknya untuk tinggal bersamanya di rumah ini. Singkat kisah, beberapa pekan setelahnya, datang lah seekor kucing garong yang suka mengganggu kucing betina. Entah itu mantan suaminya atau kucing lain yang memang ingin mengganggu kucing betina. Nah, "Wu Ci Lung" yang jantan, ia pun bermaksud menolong kucing betina. Ya, jadi lah "Wu Ci Lung" yang semula tidak pernah berkelahi, ya jadi berkelahi. Dan, itu terjadi berkali-kali selama beberapa pekan. Kesalnya, gegara itu, "Wu Ci Lung" kini sudah berubah, mukanya banyak luka-luka, badannya kurus. Ia pun sekarang jadi milih-milih makanan, gak kayak dulu lagi.
Beberapa waktu lalu, sejak kedatangan kucing garong, Wu Ci Lung seakan ga mau jauh dari kucing betina. Ia selalu mengekor ke mana kucing betina pergi seolah takut kucing betina sewaktu-waktu diganggu kucing garong. Sementara bayi kucing betina semakin hari semakin menggemaskan, ia sepupuku beri nama Cing Cing. Kalau emaknya berwarna hitam eksotis, anaknya berwarna belang tiga.
Yang aku salutkan, tak pernah sekali pun kulihat Wu Ci Lung mengganggu kucing betina. Ia seperti menyimpan sebuah rasa yang tulus. Itu terlihat dari tindakannya. Wu Ci Lung sejak dlu tak banyak bicara kecuali saat lapar. Ia memang kucing yang cool, tapi sangat jantan. Hehe. Cing-Cing pun seakan tak kurang kasih sayang, karena di sisinya ada seorang lelaki yang dianggapnya sebagai bapak walau kini masih dipanggil "Paman Wu Ci Lung". Maklum, hati ibu Cing Cing belum terketuk. Traumatis akibat ditinggal suami saat hamil mungkin menjadi musabab ia menutup rapat hatinya. Oleh karena itu, Wu Ci Lung pun hanya bisa sabar hingga hati Ibu Cing-Cing terbuka untuknya. Ya, siapa sangka, cinta bisa tumbuh seiring waktu? 

hikmahnya: gi mana kwn2? dpt inspirasi utk buka usaha? atau bahkan ngebuka lapangan kerjaan utk kemaslahatan para pengangguran? hehe. iya kalli buka usaha biro jodoh utk kucing. atau jasa konseling utk para kucing2 betina yg trauma ditinggal suami saat hamil? atau… hahaha. maaf2 ngelantur deh jadinya! but, intinya, semua ada hikmahnya… betul apa betul?
nah, kalo menurut dara sih, bukankah belajar itu bisa dari mana saja dan dari apa saja? dari manusia, hewan, tumbuhan, bahkan alam dan benda mati sekalipun. pelajaran yang dapat kt petik dr sepenggal kisah di atas ialah, betapa ketulusan dlm mencintai itu lebih indah drpd sekedar pemuas nafsu belaka. kita tahu, cinta itu anugerah dr Allah. but, Allah kasih perasaan itu dengan keadaan yg suci. sementara kita, sering sekali menyalahgunakannya. kita cenderung mengikuti hawa nafsu negative yang automatically merupakan senjata ampuh syaiton sang missioner sejati utk menjerumuskan perasaan cinta suci tadi menjadi hina dan nista. na’udzubillah summa na’udzubillah.
dalam surat ali imran telah diterangkan bahwa Allah melarang kt utk mendekati zina. mendekatinya saja tidak blh, apalagi melakukannya.

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬ (٣٢

dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.(Al Isro’ 32).

dalam hadis…diterangkan pula ttg azab bagi pezina

“Tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan dilihat serta disucikan, pun bagi mereka adzab yang pedih; seorang tua yang berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang congkak.” (Diriwayatkan Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Mandah dari Abu Hurairah)
nah, ngomong sih gampang ya. tapi, sebenarnya semua yg Allah ksh pd kita di dunia ini, termasuk cinta, tak lain adl sbg ujian. so, sekuat tenaga, sebisa mngkin, kt harus hati-hati dan waspada. jgn smpe, ujian yang seyogyanya menjadikan kt naik level mjd hamba-Nya yg mulia, eh justru menjadikan kita sebaliknya, nista.
kayak kata Salim A. fillah.
Jodoh itu sudah ada. Tinggal kita aja mau dikasih secara terhormat lemah lembut, atau dilempar dengan hina.
dlm sebuah kisah diriwayatkan (kisah almisky)
Pada suatu masa, ada seorang pemuda pedagang kain yang tampan lagi saleh. Suatu hari ia melewati sebuah rumah megah milik seorang wanita cantik kaya raya. Melihat ketampanan lelaki tersebut, wanita itu segera memerintahkan pelayannya untuk menemuinya.
Setiba di rumah megah itu, sang pemuda dijebak oleh wanita kaya tersebut. Ia didesak dan dirayu untuk melakukan hubungan terlarang oleh wanita itu. Dalam keadaan terdesak, ia mencari akal untuk terhindar dari perbuatan hina itu. Ia lantas pura-pura minta izin ke kamar mandi untuk membersihkan badan terlebih dahulu. Sesampainya di kamar mandi, ia lumuri tubuhnya dengan kotoran manusia yang ia ambil dari jamban. Setelah itu, ia temui wanita itu lalu ia diusir.

Esok pagi saat ia bangun, tubuhnya mengeluarkan wangi kasturi. Dan itu merupakan anugerah dari Allah karena ia rela melumuri tubuhnya dengan kotoran manusia demi menyelamatkan harga dirinya. Sejak saat itu ia dijuluki Al-Misky yang bermakna ‘wangi kasturi’. Wangi tersebut terus saja ada hingga ia meninggal.
Kalo diingat-ingat, kisah di atas serupa tapi tak sama dgn kisah nabi Yusuf.
Intinya, kedua lelaki tsb insyaAllah patut dicontoh, krn mereka lulus ujian dr Allah dalam kasus “terhindar dari zina” itu.
Hal ini sungguh berlaku pula pada kita sebagai wanita. Makanya, harus pandai2 jaga diri. cara paling awal adl jaga aurat. lah, contoh tuh si dara, meskipun kaus kaki belang, ia Pede aj pake ke maana2 selama menutup kakinya yang gak mulus2 amat itu. lebih-lebih lagi bekas gigitan nyamuk yang udah mirip kurapan itu. bahkan ke warung dekat rmh skalipun, dlm keadaan becek, ia juga ttp mengusahakan pake kaus kaki wlw yg baunya saingan sama telur busuk. intinya ya gak segitunya jg ya kwn2. kebersihan dan keserasian kaus kaki jg harus dijaga. hehe. tp, setidaknya si dara ud berusaha, wlw utk jd wanita salihah itu emg ga mudah, tp juga ga susah. gampang2 susah. nah lo brrti, gampangnya lbh banyak drpd susahnya. lah gampang2 susah, bukan susah2 gampang. yang susah2 gampang itu, jaga hati utk ga dikasih liat ke lawan jenis. so, hati2 jaga hati ya gels!


Minggu, 23 Juli 2017

Serial Catatan Konyol Muslimah Banyol


Panggil aku dooong!



eeeeitsss, tunggu dulu!
sebelum baca cerita di bawah, kawan2 wajib tau dulu pemeran dan karakter tokoh di dalamnya. tujuannya adl, agar ketika kawan2 baca critanya, muka kalian gak kelihatan aneh bin jelek gegara muka ditekuk-tekuk, jidat dikerut-kerutin, mulut dmonyong2in, akibat kebingungan sendiri gagal paham ama ceritanya nih.
oke tanpa bepanjang kali lebar sama dengan luas, langsung aj y abaca:
dara punya satu gank sahabat dari SMA, nama ganknya ialah…jeng jeng jeng…! 3PEN! yaaa! keren emang! arti dari 3PEN adl tiga perempuan keren, beken, dan sok paten. Nah, bener kan keren? Wong ada kata-kata kerennya! hehehe. yaaaa, tapi entah apa sebabnya haters kami mengartikan 3PEN itu sbg tiga perempuan pening. huh! maklum aja! namanya jg haters! eh, tp sebenarnya, kami ga punya haters kok. itu julukan kami kasih utk orang2 yg gak hormat ama kita2 aj sih. nah, selain dara yang kawan2 ud pd tau sndiri doooong gimana perangainya, ada juga namanya Qanita, orangnya rada tomboy, tapi kadang bisa kalem juga kayak lem. yaa intinya, dia bs sabar dengarin cerewetannya si dara dan bisa juga menghibur Sireen yg pdiam. Kalo Sireen, pendiam kalo depan org laen, di 3PEN sih udah lumayan banyak perubahan. Mungkin energy positif Dara mulai tertular. walauuu tetap aja dia lebih sering diomelin dan dijahilin ama kedua sobatnya itu, dia tetap bahagia. krn Cuma dua sahabatnya itu yg bs ngertiin dy dan bs menghibur dy. kezaliman-kezaliman dara dan qanita dy anggap sbg ungkapan rasa sayang mereka terhadapnya. hahaha. sungguh mulia hati Sireen. luguuu, kalau kata Dara, lutung gunung. kalau kata qanita lutung gurun. ckckck. kasiannn Sireen.

cerita:

Awalnya giliran Dara. Ia pun menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan padanya. Setelah ditimbang, ternyata lebih berat amal kebaikannya. Akhirnya, ia pun dimasukkan ke syurga paling bawah, yakni syurga Khuldi. Betapa bahagia Dara kala itu. Tak lama kemudian, tiba giliran Qanita. Ia pun diminta pula pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama di dunia. Dan seperti biasa, dia tak bisa jauh dari kakak tertua. Ia lantas dimasukkan ke syurga Khuldi setelah ditimbang amal baiknya yang lebih berat. SubhanAllah.


Sireen, adik termuda. Ia pun akhirnya mendapat giliran. Seluruh pertanyaan yang dilontarkan dijawab oleh empunya perbuatan. Apa yang dibicarakan oleh mulut. Ke mana dilangkahkan kaki. Tangan digunakan untuk apa. Telinga mendengar apa. Dan lain-lain. Semua telah dijawabnya dengan jujur. Oleh karena itu, mana kala ia hendak berbohong tentang kejahilan kakak pertama dan kedua 3PEN selama di dunia, ia tak mampu melakukannya. Mulutnya terus saja menyerocos tentang perbuatan-perbuatan kakak-kakak 3PEN-nya yang begitu sering mendhaliminya selama di dunia. Akhirnya, Dara dan Qanita pun yang tengah asik dengan kenikmatan syurga ditransmigrasikan ke neraka. Dan, Sireen pun dimasukkan ke syurga.


Hari terus berlalu. Awalnya Sireen sangat menikmati kenikmatan syurga, bahkan hingga hari keempat pun ia masih merasa bahagia. Bagaimana tidak? Syurga gitu loh! Tapi, apalah daya. Ikatan cinta 3PEN begitu kuat di hatinya. Hingga ia merasa sangat rindu dan ingin bertemu dengan kedua kakak 3PEN-nya. Ia merasa, bertiga adalah lebih membahagiakan daripada hidup dalam kesendirian tanpa kedua kakaknya. Dalam kerinduannya itu, ia pun mendapat ide. Ia pun menghadap Tuhan untuk merealisasikan idenya tersebut.


Dalam neraka yang gelap, panas, dan ganas itu, Qanita dan Dara merasa begitu tersiksa. Mereka merasa lapar, dahaga, kesakitan, dan juga sangat merindukan Sireen, adik termuda. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil-manggil, menyebut nama mereka berdua. Mulanya mereka tak percaya,“Kakak tertua, coba dengar, bukankah itu seperti suara adik termuda?” Sahut Qanita. “Ah, itu Cuma halusinasi kamu saja, adik kedua!” Jawab Dara. “Hmm. Ya, bisa jadi, bisa jadi. Mungkin karena kita amat merindukannya ya Kakak tertua.” Imbuh Qanita. “Bisa jadi, bisa jadi”. Dan kemudian suaranya makin jelas. “Kakaaak, Kakaaaaak!” Teriak Sireen dari kejauhan sembari berlari menuju arah Dara dan Qanita.“Hahh, Sireen! Adik termuda! Mengapa kau di sini?” Tanya Dara terkejut tatkala Sireen mendekat. “Iya Adik termuda, bukankah tempatmu di syurga?” Sambung Qanita keheranan. Sireen pun seperti biasa terdiam sejenak. Ia mengatur nafasnya, lalu berfikir panjang. “Adik termuda! Mengapa Kau diam?” Tanya Qanita tak sabar. “Hmm. Adik termuda, Kau belum berubah rupanya!” Tambah Dara. Lantas Sireen pun bersuara, “Kakak tertua, Kakak kedua, sesungguhnya adikmu ini sangat menikmati syurga yang sangat besar kenikmatannya. Namun, apalah daya, aku merindukan kalian Kakak! Aku merasa akan lebih berbahagia bila terus bersama kalian. Maka, kuputuskan untuk transmigrasi ke sini. Jadi, kita bisa sama-sama terus! Ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Dara dan Qanita pun merasa haru. Mereka lantas berpelukan layaknya di film teletubis. “Ohh, adik termuda, kau begitu setia!” Kata Dara. “Kau atau aku belum tentu melakukan ini, Adik kedua!” Imbuhnya. “Hiks, iya kakak!” Timpal Qanita. “Hiksssssss” Pelukan mereka kian erat. Hingga tiba-tiba Dara berkata “Tapi, ngomong-ngomong , kalau emang mau bersama-sama terus…” “Kenapa gak minta sama Allah agar kami aja yang ke sana adik termuda? Sambung Qanita. Mata Dara dan Qanita melotot ke arah Sireen. “Hmm. Iya juga ya? Maaf, Sireen gak teringat ke situ. Sireen kira, Sireen mau bikin kejutan buat kakak-kakak. Makanyaa…” Celoteh Sireen super polos sembari menggaruk-garuk kepala yang emang gatal karena ketombe. Mendengar itu, Dara dan Qanita pun berseru, “Sireeniiiiiiiiiiii……….!” Lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap.



"Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada Allah:
"Yaa Rabb... Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?"

Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab Az-Zuhd)

Ibnul Jauzi rahimahullah pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis, "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang diriku, "Wahai Rabb Kami... Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu."

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Jumat, 21 Juli 2017

Serial Catatan Konyol Muslimah Banyol

Sayang cekguuu banyak-banyak….
google.co.id


Siang itu, matahari merangkak naik. Panasnya seolah mengoyak-ngoyak kulit Dara yang tidak mulus itu. Peluh bercucuran, Dara kelihatan seperti lilin yang meleleh atau es yang mencair. “Ya, Rabb. Dunia aja panasnya begini amat. Lah, gmn di neraka? Astaghfirullah…,”seru Dara. Dalam kesyahduannya berendam cuaca panas itu, tiba2 langkahnya terhenti. Ia menangkap pemandangan aneh bin ajaib di dalm sebuahkelas yang kebetula n sedang dilewatinya. Seorang dosen sedang tertidur. Tapi badannya duduk tegap wlw kepalanya saja yg menunduk. Spontan Dara terkejut manakala dosen itu tiba-tiba menjawab sebuah pertanyaan dr mahasiswanya. Dan sbg orang awam, dara takjub dengan jawaban yg dilontarkan dosen itu. Leih takjub lagi menerima kenyataan bhw dosen senior itu menjawabnya dengan kondisi mata trtutup seprti org tidur. Tak lama, hal serupa terjdi lg. Lelaki itu menjawab dgn tepat pertanyaan mhasiswanya.  dan hal yg semakin mbuat mata dara membulat ialah saat dosen itu menyadri bhw ad mhssw yg sdg asik mengobrol di sudut ruangan. Ia menegur dengan tegas dua mahsiswa itu. lagi2 dgn mata tertutup. “hahahahahaha” dara spontan tertawa termehek sambil guling2 di lantai (oke. kali ini lebay). Ya Allah, ini dosen lucu bangat!!! dara membatin. “Siapa yang tertawa di luar?” suara dosen itu menyentak dara. spontan ia pasang kuda2 dan lari terbirit kesetanan.
“Hufh…hufh..” dara membuang nafas dalam2. ia terengah2. diambilnya btol minuman di saku tas lalu meneguknya sampai abis. baru saja dara menghabiskan tetesan terakhir, dara lagi2 menangkap pemandangan unik bin nyeleneh di sebuah ruangan. seorang dosen sedang menjelaskan materi kepada mahasiswanya. Uniknya, ia seperti sedang memperagakan bentuk bumi dengan menggunakan kedua tangannya. sementara itu, pinggangnya pun ikut bergoyang. dan oh tidak, semua bdannya bergoyang. “hahahaahaahaha” dara tak kuasa menahan geli. smpai2 smua pasang mata d ruangan tsb menatapnya. dara langsung pura-pura sedang tertawa dengan lawan bicara di telpon. dara berlagak sok keren sambil bicara ngawur, sesekali tertawa, sesekali seperti kesurupan. dia gak sadar bhw benda yg diletakkan di telinganya adl btol minuman, bkn hape.
Itu kisah di atas, dara alamin bbrp bulan lalu. yg terlintas dlm pikiran dara saat itu hanya satu, “ternyata masih banyak manusia yg lbh aneh dr dirinya di dunia ini.”  klo blh jujur, sebelum-sebelum kejdian itu, dara udah sering denger dr temen2nya ttg tipe2 guru/dosen yg unik2 tingkahnya. sbnrnya dara sndri jg sejak sekolah jg sering ketemu yg begituan, tp dianya baru nyadar sejak peristiwa di atas. maklum, dara terlalu sibuk dgn keanehannya sndri. baginya, kejadian hari itu begitu berkesan. sejak saat itu, dara semakin sering memperhatikan tingkah dosen2nya. memang unik2 bin ajaib. ada yg saat ia ceramah, mahasiswanya setengah kelas tidur. dan dianya ega marah loh. katanya, lebih baik tidur drpd ribut. y tp klo ga dpt ilmu, tanggung sndri, gt katanya. ada juga dosen yg klo ngomong suaranya makin lama makin mengecil smpe2 mhsswanya kepalanya maju mundur kayak tirex. ad juga dosen yg suka cerita terus ketawa sendiri, padahal gak lucu. tp krn kasian, mhsswanya pura2 ketawa. wlw terkadang capek jg pura2 tertawa terus smpe2 bentuk wajah mreka pd aneh smua krn ktawanya ud ga betul alias betul2 kepaksa. ad yg suka dtg telat, dan gegara itu keluarnya juga telat. ada yg kerjanya ksh cttn utk dirangkum, ada yg bener ngajarnya tp giliran ksh nilai gak adil. ahhhhh, macem2 deh! puyeng kepala Barbie.
but, bukan berarti dosen tu jelek semua atau jelek melulu di mata mahasiswa. dara dan kawan2 jg sadr kok bhw guru/dosen itu juga manusia, bkn malaikat. tentu mereka pernah salah/minimal khilaf. dan dara pun semakin mengerti setelah ia mulai menjadi guru freelance. ternyataaa oh ternyataaa menjadi pendidik itu gak mudahhh sis! susaaahhhh susaahh gampaaang! nah, kali ini susahnya lbh anyak. gmn gak, ngatur 1 kepala aj susah, lah apalagi berpuluh2 kepala? yg automatically punya latar belakang berbeza-beza. kayak masuk ke kebun binatang, ad ular, ad harimau, ad panda, macan, singa, kuda, jerapah, kancil, buaya, kelinci, dan lain2. mereka tuh,,,,, duhhh ga bangettttttt kalo lg susah diatur. tp ada saatnya kok mereka itu manis seperti buah2n di kebun, ad manggis, nenas, apel, semangka, strawberry, durian, jeruk, dll. yahhhh, intinya, semua tergantung kondisi. dan yg bisa mengatur kondis itu, ya sp lg klo bkn pendidik itu sndri!
so, intinya, pandai2lah menjadi seoang pendidik, jika mau siswa2nya pandai.
cerdasi keadaan klo mau menjadi guru yg menghasilkan generasi cerdas
Al-Ghazali juga menyatakan sebagai berikut: "Seseorang yang berilmu dan kemudian mengamalkan ilmunya itu dialah yang disebut dengan orang besar di semua kerajaan langit, dia bagaikan matahari yang menerangi alam sedangkan ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak kasturi yang mengaharumi orang lain karena ia harum, seorang yang menyiukkan dirinya dalam mengajar berarti dia telah memilih pekerjaan terhormat". Oleh karena itu hendaklah seorang guru memperhatikan dan memelihara adab dan sopan santun dalam tugasnya seagai seorang pendidik.  
berapa banyak guru yg telah berjasa terhadap kt? berapa banyak pula guru yg nasibnya mengerikan.
berapa banyak guru yg taunya Cuma kasih catatan dan ngerumpi di kantor atau kantin? sementara mereka yg justru memiliki karir bagus? wlw akhirnya menjadi cibiran siswa, mengundang dosa manusia
begini lah potret dunia pendidikan kt. miris sekali bkn?
pdhl komponen paling berpengaruh dlm dunia pendidikan tak lain ialah pendidik. jika pendidiknya baik, baik pula didikannya, jika pendidiknya buruk, ya buruk pula lah didikannya
banyak guru yg sbnrnya bagus dan tulus. melahirkan generasi yang bermutu dan luhur. tapi, kemudian zaman terikut arus, guru pun ikut tak terurus dan akhirnya salah arus. akhirnya, segala hal diukur dengan materi. keikhlasan pun tak lagi dijunjung tinggi.
ada pun yang msih murni mutu dan ketulusannya, justru tertindas dan menjadi tak terurus. akhirnya? ujian hidup mereka semakin bertambah. ada yg tetap istiqamah dan juga tak sedikit yang balik arah. astaghfirullah.
lagi2, mau sampai kpn begini? pdhl segenap cara dilakukan utk menemukan solusi. mulai peningkatan mutu guru, penghargaan berupa kesejahteraan finansial tapi…indo msh saj tertinggal. bersama generasi yang pandai berandai-andai. bersama generasi yang gemar berorasi basi atau sekadar mengisi waktu senggang dengan mengumpat gurunya satu-persatu dengan masing2 karakter, yang pak guru ketawa garing, bu guru taik lalat raksasa, bapak goyang-goyang, ibu ninja warior, bapak tukang tidur, dan lain-lain. Allah…..mau jadi apa kami?    
 eits, bicara-bicara (baca: ngomong-ngomong), Dara dapat julukan apa ya dari murid-muridnya? guru cantik nan salihah? guru lucu dan baik hati? atau…guru kaus kaki belang?

Berikut, Dara sertakan beberapa dalil baik Firman Allah maupun Hadist Rasulullah terkait tulisan ini.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Mujadalah 11)

Dalam beberapa hadits disebutkan "jadilah engkau sebagai guru, atau pelajar, atau pendengar, atau pencinta, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, sehingga kamu menjadi rusak". Dalam hadis Nabi yang lain: "Tinta para ulama lebih tinggi nilainya daripada darah para shuhada". (H.R Abu Daud dan Turmizi). 

Rasulullah Saw juga bersabda: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mepelajari al-Quran dan mengamalkanya". (H.R. Bukhari)


وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ   

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At-Taubah 122). 

Firman Allah dan sabda Rasul tersebut menggambarkan tingginya kedudukan orang yang mempunyai Ilmu Pengetahuan (pendidik). Hal ini beralasan bahwa dengan pengetahuan dapat mengantarkan manusia untuk selalu berpikir dan menganalisa hakikat semua fenomena yang ada pada alam, sehingga mampu membawa manusia semakin dekat dengan Allah Swt. Dengan kemampuan yang ada pada manusia terlahirlah teori-teori untuk kemaslahatan manusia.


Selanjutnya Al-Ghazali menukil dari perkataan para ulama yang menyatakan bahwa pendidik merupakan pelita (siraj) segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmiahannya. Andaikata dunia tidak ada pendidik, niscaya manusia seperti binatang, sebab mendidik adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan kepada sifat insaniyah dan ilahiyah.

Al-Ghazali juga menyatakan sebagai berikut: "Seseorang yang berilmu dan kemudian mengamalkan ilmunya itu dialah yang disebut dengan orang besar di semua kerajaan langit, dia bagaikan matahari yang menerangi alam sedangkan ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak kasturi yang mengaharumi orang lain karena ia harum, seorang yang menyiukkan dirinya dalam mengajar berarti dia telah memilih pekerjaan terhormat". 

Oleh karena itu hendaklah seorang guru memperhatikan dan memelihara adab dan sopan santun dalam tugasnya seagai seorang pendidik.  Wallahua'lam

Selasa, 04 April 2017

SAFIR 1

https://www.blogger.com


Langit Serambi Mekkah tak secerah biasa. Hujan terus mengguyur sejak pagi. Sepertinya sudah mulai musim penghujan. Jika begini, tantangan dalam hidup seakan lebih besar. Kehujanan, sakit, malas, becek, gluduk, angin. Sederet hal yang dianggap menjadi masalah. Mereka lupa pada kemarau berkepanjangan. Mereka lupa saat-saat sumur kosong. Saat-saat terik mentari membakar kulit. Bahkan bunga-bunga layu dalam sekejap. Itu lah manusia, lebih sering mengeluh, ketimbang bersyukur.

“Jam berapa dia biasanya pulang, Kak?”
Siat teuk, jam jam 5”
“Sejak kapan dia mengajar di Dayah, kak? Memangnya, ilmunya sudah cukup?”
“InsyaAllah cukup. Sesungguhnya dia itu anak yang pintar. Tak perlu waktu lama untuk memantaskan dirinya menjadi tenaga pendidik di sini, Cut.”
“Ehm, iya kak. Saya juga tahu soal itu. Putri kami memang cerdas. Dan kami lah yang bodoh. Telah menyia-nyiakannya.”
“Sudah lah, Bun…”
“Maafkan bunda, Ayah. Bunda dulu tidak mau mendengar perkataan Ayah. Bunda egois. Jika saja bunda mendengar kata Ayah untuk tidak mengizinkannya merantau ke Jakarta…hiks”
“Istighfar Bun…, aku juga salah. Abang kurang tegas saat itu.”
“Assalamu’alaikum,” Fatima sadar akan kehadiran kedua orangtuanya. Setelah menyalami Miwa, dia pun menghampiri kedua orang yg dikasihi itu. “Salam, Ayah, Bunda”
“Wa’alaikumsalam, Sayang,” jawab Ayah sembari mengelus kepalanya. Sementara Bunda yang sedari tadi memang paling gelisah langsung menghambur ke pelukan Fatima. Tangisnya pecah sampai-sampai kerudung Fatima basah.
“Sudah, Bun, tenang lah. Apa yang Bunda tangisi?”
Jawaban Fatima sangat berbeda dari beberapa bulan lalu saat kedua orangtua Fatima datang berkunjung. Jangankan berkata lembut, bertemu saja enggan. Antara malu dan benci. Dua hal itu yang menjadi alasan kuat Fatima untuk tidak menemui kedua orangtuanya. Namun, kini Fatima telah belajar banyak dari keluarga Miwa, kakak kandung ibunya, dari Pakwa (suami Miwa), dari abang, kakak, dan adik-adik sepupunya, dan yang pasti dari teman-teman pondok dan anak-anak didiknya. dia memperoleh sesuatu yang selama ini ia cari. Tentunya ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan yang jujur dari hati yang datang dari sang Maha Penyayang.
“Bunda minta ma maafffh padamu, Sayang”
“Ayah juga”
Fatima menunduk dalam, tak sadar, air matanya menetes pula. Sementara Miwa permisi masuk ke dalam. Memberikan ruang bagi anak dan orang tua itu. “Ayah dan Bunda sangat merindukanmu, Nak! dulu kami banyak menyia-nyiakan waktu kami. Sehingga kamu pergi. Setelah kejadian beberap tahun silam, kami selalu dihantui rasa menyesal. Kami selalu memohon pada Allah agar diberi kesempatan. Kalau pun harta dan jabatan ini harus diambil, kami rela asal permata kami satu-satunya dapat kembali. Itu lah kamuuu…huhuhu,” pertahanan Ayah akhirnya kandas. Fatima lantas segera mendekap lutut ayahnya. Ia menangis dan mencium tangan ayahnya. “Kembali lah pada kami, sayang” kini giliran ibu yang ikut duduk di lantai lalu mendekap putrinya. Ketiga manusia itu pun saling mengeluarkan segala rasa yang lama terpendam. Sementara itu, dua pasang mata tampak beraca-kaca menyaksikan hal itu dari kejauhan.
***
Suara jangkrik memenuhi malam. Udara dingin menusuk usai hujan sejak sore hingga isya tadi. jalanan pun tampak lengang. Sepertinya sebagian besar penduduk lebih senang meringkuk di dalam rumah saat begini. Bahkan anak-anak yang biasanya meramaikan jalanan pun tidak memperlihatkan batang hidung mereka. Sepertinya menonton film serial india bersama ibu atau sekadar bergurau bersama saudara-saudara menjadi jalan alternatif.

Berbeda halnya dengan rumah keluarga tengku Zakaria. Malam ini seluruh keluarga berkumpul. Tengku Zakaria, Umi Saleha alias Miwa, bu Fatma alias ibunya Fatima juga Pak Buyung alias bapaknya Fatima duduk dan berbincang hangat di halaman rumah. Sementara Fatima beserta sepupu-sepupunya yang berjumlah tujuh itu berkumpul di ruang keluarga. Ada Bang Zul, si kembar bang Dun dan bang Din, dek Nurmala, kak Dara, kak Nisa dan si bungsu Fatih. Keluarga macut memang besar, sangat kontras dengan Fatima yang justru hanya anak semata wayang. Dulu, Fatima sempat nyaris menjadi seorang kakak sebelum ibunya keguguran. Dan setelah itu hingga kini, hanya ia lah yang menjadi anak dari kedua orang tuanya.

“Ramai sekali di sini. Pantesan si Fatima betah sekali,” ujar ayah Fatima.
“Yaa, kalau di sana, ketemunya itu lagi, itu lagi, ya Ayah, Ibu, Fatima,” timpal Bunda Fatima. “Apalagi selama Fatima tak pulang, ya hanya berdua lah kami. Sepi sekali.”
“Tapi, bisa mesra tiap hari dong…,” ujar Tengku Zakaria sembari tersenyum lalu disambut gelak tawa oleh yang lain.

Sementara di sudut lain, perbincangan muda-mudi tak kalah serunya.
“Wah, besok kak Fatima balik ke Padang. Tak ada lagi masakan rending buatan kak Fatima yang mangatttt thatttt!” keluh dek Nurmala.
“Loh, loh, kan makcik bisa masak rending juga, kak Dara dan kak Nisa juga. ya, kan?”
“Tapi, tetep aja beda, Kakk, apalagi masakan kak Dara dan kak Nisa, hemmm”
“Hemm apa, hmm?” serbu kak Dara. Sementara ka Nisa hanya mesam mesem.
“Yang jelas, masakan daerah yang dimasak oleh orang daerah asal itu lebih pas, kak Fat,” imbuh si bijak Dun.
“Iya, betul itu. Fatima sangat suka Kuah Pliek atau Sie Reboh masakan kak Nisa dan kak Dara. Mantaappp!”
“Dengar tu, dek Nur!” Goda Dara ke Nurmala. Yang digoda justru bersungut-sungut.
“Jadi, besok pulang ke Padang jam berapa kak?” tanya Din.
“Ehmmm, pesawat pertama, berarti...”
“Sebelum subuh kita berangkat”
“Yap. begitu, lah!”
“Nur mau ikut antar ka Fatima besok! Seru Nur.
“Alaaa, gayanya mau antar. Palingan besok bangunnya kesiangan,” goda din.
“Iiiih. Enggak, pokoknya besok bangunin nur. Nur mau antar kak Fatima!” Rajuknya.
“Yaudah, kalau mau antar, tidur sekarang,” timpal Nisa.
“Ehmmmm bentar lagi dehhh. Baru juga jam sembilaaannn.”
“Mau ikut nganter, gakkk?” Goda Dara.
“Huuu. Mau, tapiiii…kan, lagi asik.”
Akhirnya yang lain serentak menggoda, “Mau ikutt, gaaakk?” Yang digoda langsung cemberut sembari masuk kamar.
“Hahahaha.” Mereka terlhat sangat puas udah mengerjai si cerewet dek Nur.
“Kasian diaaa kak, masih pengen main,” ujar Fatima
“Biar aja, Fat. Kalau dia di sini pun yang ada sibuk layani ocehan dia. Han ek ta dengooo!” Sahut din.
Ucapan Din disambut tawa oleh yang lain. Sementara itu, si bungsu Fatih sudah mulai tertidur pulas di atas tikar depan tivi. Lelah bermain di siang hingga sore.

Malam ini bukan lah malam pertama bagi Fatima merasakan kehangatan sebuah keluarga di rumah tengku Zakaria. Namun, malam ini justru menjadi istimewa karena menjadi malam pertama setelah sekian lama ia merindukan kehangatan kebersamaan bersama Ayah dan Ibunya. Keistimewaan itu pun bertambah lengkap karena mimpi orangtua Fatima yang akhirnya terwujud untuk membawa pulang Fatima ke kampung halaman setelah bertahun-tahun mendapat kekecewaan karena gagal. Walau demikian, ada sedikit duka yang tersirat dari wajah gadis berkaca mata itu. Manakala ia ingat bahwa esok pula ia akan meninggalkan tempat yang sangat berkesan baginya ini, rumah tengku Zakaria, pesantren Darul Jannah, Aceh, beserta segala pernak-pernik dan kehangatannya.


bersambung ke Safir 2